.

Website Sekolah Jenjang Dikdas Kabupaten Tebo Berhasil Raih Juara 1 SD dan SMP Juara 3 Pada Final Gebyar TIK Antar Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi Tahun 2015

Gebyar TIK Provinsi Jambi Tahun 2015 digelar di Hotel Novita Jambi mulai tanggal 7 s.d. 10 September 2015 yang diikuti oleh masing-masing pemenang dari tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi tahun 2015.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, pada tahun 2015 tepatnya pada hari Rabu, 9 September 2015 di mana pengumuman yang disampaikan oleh dewan juri untuk pemenang  final pada ajang Gebyar TIK se-Provinsi Jambi Tahun 2015. Dan dari beberapa kategori, alhamdulillaah..., untuk kategori website sekolah pada jenjang Dikdas (Pendidikan Dasar) SD juara 1 dan SMP dari Kabupaten Tebo meraih juara 3.

Untuk tingkat SD yakni SDN No. 149/VIII Tebo (URL situs www.sdnegeri149tebo.sch.id dengan admin website Sdr. Saipul Hendra, S.Pd.I dan untuk pemenang 3 website SMP yakni berhasil diraih SMPN Satu Atap Sungai Karang pada URL www.smpnsatuatapsungaikarang.sch.id dengan admin Dadang JSN, S.Pd.

Selain itu, untuk kategori Ki Hajar berhasil raih juara 2 oleh Rizky dari SMA Negeri 2 Tebo, dan juga untuk kategori blog guru dari Kabupaten Tebo berhasil meraih juara 2 dari SMK Negeri 6 Tebo oleh Sdr. Budi Laksono, S.Pi dengan URL blog di http://budilaksonoputra.blogspot.com.

Semoga dengan perolehan terbaik pada tahun 2015 ini semakin memotivasi para pemenang sekaligus Rekan-rekan untuk terus mengembangkan website sekolah sebagai portal informasi dan publikasi yang terkait dengan sekolahnya yang bukan hanya menambah branding sekolah bersangkutan, sebagai sumber informasi bagi stakeholder pendidikan, dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya adalah menambah peningkatan kualitas serta efektifitas pembelajaran di sekolah tersebut karena di dalam website sekolah-nya terdapat fasilitas E-Learning  ataupun pembelajaran secara elektronik melalui internet (online).

Aturan Tentang Tunjangan Profesi Guru Tahun 2016 Diperketat

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2TK3 Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, tunjangan profesi guru akan semakin diperketat pada satu Januari 2016.

Artinya, tunjangan profesi guru yang sudah berjalan selama ini sedang dievaluasi dan dibenahi kembali karena tidak sesuai dengan yang diperuntukan. Mulai 2016 tunjangan akan dilihat dari kinerja guru.

Menurut Pranata, pemberian uang tunjangan profesi dievaluasi karena selama ini tidak tepat sasaran. Banyak guru yang tidak memilki kompentensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memilki kompentesi tersebut.

Bahkan ada yang lebih rendah karena bemberian tunjangan hanya dilihat dari lama mengajar. Maka, kedepannya akan kembali diperketat namun masih tetap mengunakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN ARB) nomor 16 tahun 2009 tentang fungsional jabatan guru.

Pranata menyebutkan, kompotensi guru akan dibenarkan. Karena banyak guru yang kinerjanya rendah. Maka, ketika uji kompetensi dasar (UKG) banyak yang dibawah standar nasional 48.00 persen.

Berdasarkan data, UKG dilakukan, masih ada sebagian guru yang tidak dapat menjawab dan mengerjakan soal. Dapat disimpulkan ada guru yang dari 100 nomor soal jawab benarnya hanya tujuh bahkan ada yang satu nomor benar.

Mayorotas guru mendapatkan skor dibawah enam, jika mengunakan skala satu hingga 10. Namun, meskipun UKG rendah tunjangan profesi guru tetap diterima, sehingga tunjangan mesti perlu dibenahi.

"Saya katakan guru kita bukan tidak pintar, tetapi mereka masih perlu di tingkatkan lagi pelatihannya dan kembali di perketat pemberian tunjangan profesi guru," ujar Pranata di Kemdikbud, Jakarta, Kamis, (11/6).

Dia menambahkan, hal-hal yang perlu dibenahi adalah, mulai dari sertifikasi, pengingkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi. Tiga hal tersebut perlu dikaji ulang agar penjerimanya sesuai dengan yang diperuntukan.

Karena sejauh ini, guru yang bermasalah dengan UKG adalah guru yang mengajar tidak tetap. Seperti guru non PNS yang tidak lulus serjana karena memiliki nilai rata-rata kurang dari standar nasional yang ditetapkan.

Pembinaan yang dimaksud Pranata adalah, guru yang secara UKG masih rendah akan diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan .

"Masa guru yang nilainya di bawah 7,5 mendapat tunjangan sama dengan yang diatas 7,5. Inti harus dibenahi," kata Pranata.

Sementara, untuk guru daerah garis depan. Pranata menyebutkan akan diutus lagi pada akhir Desember. Karena program Guru Garis Depan (GGD) adalah program unggulan Kemdikbud untuk limah tahun kedepan.

Sejauh ini, Kemdikbud telah mengutus 798 orang guru ke daerah 3T yang meliputi terluar, tertinggal, dan terdepan untuk menjadi pendidik yang baik dan meneruskan regenerasi. Karena pada umumnya, yang menjadi GGD adalah tenaga pendidik yang memiliki kualitas, dan telah lolos sejumlah seleksi.

Pranata menjelaskan,tujuan diadakan GGD untuk, mengatasi kekurangan guru di daerah tertentu. GGD adalah prekrut yang permanan. Mereka ditempatkan sesuai dengak kebutuhan daerah dan sistemnya menetap. Jika ada yang kembali ke daerah asal atau kembali ke kota. Konsekuensinya akan dipecat.

Sebab semua GGD adalah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang merupakan abdi negara yang siap ditempatkan dimana seja dan kapan seja.

"Mereka dipilih dari yang terbaik untuk membangun daerah 3T, dan akan menetap, bukan dikontrak," ujarnya. (Maria Fatima Bona/FQ)